Kamis, 28 Juli 2011

Konsep Analisa pada Forex Trading

Seperti telah disinggung pada artikel sebelumnya (Forex = Judi, Rumor Negatif tentang Forex), bermain forex tanpa mengetahui analisa berarti kita melakukan perjudian didalamnya. Dan jelas, dengan perjudian maka akan berujung pada kerugian. Sayangnya peristiwa seperti ini bukan saja dialami beberapa pemain baru dalam dunia forex. Ada yang telah mengalami loss puluhan sampai ratusan juta baru menyadari tanpa analisa yang baik maka perdagangan forex sama dengan perjudian.

Itulah sebabnya BelajarForex berusaha menekankan pentingnya analisa dalam bertrading forex. Tanpa itu, jangan harap kita akan memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Kalau pun memperoleh keuntungan, biasanya karena faktor luck dan tidak akan bertahan lama. Dalam hitungan minggu hingga bulan, seluruh dana kita biasanya ludes karena faktor minImnya pengetahuan analisa.

Jadi dapat disimpulkan bahwa mengetahui analisa terhadap pergerakan harga merupakan hal yang mutlak diketahui oleh para pemain forex. 

Secara garis besar, analisa dalam forex trading dibagi menjadi dua cara, yaitu analisa Fundamental dan analisa Teknikal. Keduanya berpijak pada asumsi yang berbeda satu sama lain. Anda dapat melihat pembagiannya pada diagram dibawah ini:


Fundamental Analysis
Jika Anda pernah mendengar di televisi mengenai kenaikan harga minyak dunia atau keputusan Bank Sentral Amerika, The Fed untuk menaikkan suku bunganya, itulah yang disebut berita fundamental. Berita-berita tersebut sangat mempengaruhi pergerakan harga pada market dan sangat besar pengaruhnya terhadap portfolio seorang investor dalam dunia forex. Analisa yang bersandar pada berita-berita fundamental ekonomi tersebut dinamakan analisa fundamental.

Analisa fundamental berpendapat bahwa harga bergerak karena adanya berita dan kebijakan pemerintah, serta respon pasar terhadap berita tersebut yang dikeluarkan. 

Kenyataannya berita-berita fundamental seperti inilah memang menggerakan harga dalam pasar forex. Setiap berita yang telah maupun yang akan muncul menimbulkan reaksi dari market atau para trader yang berujung pada terjadinya perubahan harga. Maksudnya, berita yang muncul dapat membuat perubahan terhadap harga mata uang negara yang bersangkutan. Perubahan ini juga pada akhirnya mendorong pemerintah sebagai pemegang otoritas moneter menentukan kebijakan ekonomi sehingga muncul berita fundamental baru berikutnya. Demikian seterusnya siklus ini berputar.

Bagi seorang analis fundamental, kecepatan, keakuratan berita dan kemampuan meramal (forecasting) reaksi pasar terhadap berita yang dikeluarkan merupakan komponen vital yang mutlak harus dimiliki. Tanpa adanya faktor diatas, sulit bagi seorang analis fundamental memanfaatkan berita yang ada guna memperoleh profit.

Ambillah sebuah contoh sederhana. Misalnya ketika kita mendengar berita bahwa The Fed baru saja menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis point (sama dengan 0,25%) beberapa menit yang lalu (disini hitungan bukan lagi jam, tetapi menit bahkan detik! Tertinggal dalam hitungan jam berarti kesempatan telah lewat!), secara umum maka mata uang USD akan menguat dan posisi Buy bisa dilakukan. Nah, katakanlah Anda mendengar berita ini setelah 2 hari kemudian. Berita penting ini sudah tidak ada gunanya lagi dikarenakan pasar telah selesai bereaksi bahkan kemungkinan sudah memasuki masa koreksi. Jadi, kecepatan memperoleh berita sangat penting disini. Begitu juga sumber berita yang Anda dengar. Tidak masalah berita yang Anda dengar tidak valid sepanjang market mempunyai persepsi yang sama dengan Anda. Ukurannya adalah market, bukan pada benar salahnya berita.

Dalam dunia forex terdapat lebih dari 50 jenis berita fundamental yang dikeluarkan oleh tiap-tiap negara dan masing-masing berita memiliki efek yang berbeda terhadap pergerakan harga. Nah, kini pertanyaan yang tersisa adalah, apa sajakah ke 50 berita itu? Dan bagaimana pengaruh setiap berita yang muncul terhadap pergerakan mata uang?

Dua pertanyaan diatas akan dijawab pada artikel analisa fundamental yang lebih mendetil lagi. Tidak pada artikel ini karena memang artikel ini hanya membahas pengantar konsep analisa sebelum Anda memulai analisa baik secara teknikal maupun fundamental. 

Dasar penganalisaan secara Fundamental adalah informasi/berita (news) yang berasal dari :
  • Instansi Resmi/Pemerintah
  • Media cetak/elektronik
  • Perorangan
Sesuai dengan sumbernya, maka metode Fundamental bersifat subyektif, tergantung derajat kepercayaan Investor/Konsultan kepada sumber berita tersebut.

Berbeda dengan analisa fundamental, analisa teknikal beranjak pada pemikiran bahwa pergerakan harga dapat diprediksi dari masa lalu. Artinya, dengan sederet data pergerakan harga dimasa lalu, kita dapat memprediksi pergerakannya dimasa yang akan datang. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal menurut para analis fundamental.

Metode Technical Analysis adalah suatu metode untuk menganalisa data-data masa lalu dari pasar yaitu data harga, volume dan open interest unntuk memprediksi kecenderungan harga pada masa akan dating.Data-data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk CHARTING (GRAFIK).

Dasar perhitungan dalam analisa teknikal sebenarnya adalah matematika yang sebagian besar diantaranya adalah statistik dan ilmu chaos theory (pattern recognition). Jadi memang mengambil pendekatan secara eksak. Dengan demikian hasil yang diperoleh pun dapat berupa angka yang eksak dan pasti. Sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh analisa fundamental. Beberapa analis teknikal bahkan mengatakan demikian: “Technical analysis is a cheat trading”

Jika demikian, apakah analisa teknikal lebih baik dibandingkan analisa fundamental? Tidak. Ingat, bahwa berita fundamental yang melahirkan analisa fundamental adalah penggerak yang sebenarnya dari market, bukan teknikal analysis. Menurut BelajarForex, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Analisa teknikal dikenal karena faktor eksak dan dapat diterapkan pada setiap metode trading (day trading, weekly bahkan monthly sampai yearly). Analisa fundamental dikenal karena dapat memprediksi pergerakan signifikan dan mendadak yang memang disebabkan oleh keluarnya berita yang penting. Berikut saya sarikan dalam bentuk tabel:

Butuh waktu untuk memperoleh informasi. Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi.
Seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang. Sangat bergantung pada kemampuan chartist. Tiap chartist memiliki metode yang berlainan dan masing-masing belum tentu cocok diterapkan satu sama lain.

Lebih cocok diterapkan pada long term period trading.
Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien.
Kembali seputar analisa teknikal, seperti pada diagram yang ditampilkan oleh BelajarForex, analisa teknikal dibagi menjadi 3 besar yaitu indikator, fibonacci sequence, dan Elliot Wave Trading. Indikator merupakan sederet formula yang diciptakan berdasarkan ilmu statistik dan digunakan untuk memprediksi trend, titik support, ressistance maupun jenuh beli dan jenuh jual. Sedangkan fibonacci sequence dan Elliot wave mendasarkan analisanya pada pattern recognition berdasarkan pola bilangan maupun bentuk grafik yang ada.

Terdapat lebih dari 50 jenis indikator yang dapat Anda pelajari dalam analisa teknikal, 11 pola Elliot wave standar (belum termasuk turunan yang dikembangkan perorangan maupun trading research lab atau komunitas tertentu lainnya). Sedangkan fibonacci sequence mendasarkan perhitungannya pada deret fibonacci yang banyak digunakan untuk menghitung pergerakan benda acak yang memiliki pola tertentu (seperti pergerakan harga mata uang).
Untuk saat ini BelajarForex telah menyediakan pelajaran mendasar dari beberapa indikator yang perlu Anda ketahui. Diharapkan pada waktu-waktu yang akan datang, artikel mengenai Elliot wave maupun Fibonacci akan ditampilkan. Semua ini dengan tujuan untuk memperlengkapi Anda sebagai seorang investor maupun calon investor dalam dunia forex trading.

1. Sebutkan (min 5) jenis Indikator yang termasuk didalam Analisa Teknikal ?
2. Apakah yang Anda ketahui mengenai istilah-istilah sbb :
• Support Point.
• Ressistence Point.
• Persoalan psikologis dalam menjalankan Investasi Forex Trading
1. Jenis-jenis Indikator Analisa Teknikal :
• Simple Moving Average
• Exponential Moving Average
• Weighted Moving Average
Bolinger Bands
• MACD
2. Berikut ini adalah penjelasan
* Titik Support : Batas bawah dari pergerakan harga.
* Titik Resisten : Batas atas dari pergerakan.
* Penyakit dalam menjalankan Investasi Forex Trading :
a. Greed : Tamak : Mengejar keuntungan (Profit) yang besar secara berlebihan (Explosive)
b. Revenge : Pembalasan dendam : Karena telah mengalami Lost (kerugian), maka untuk sebagai alternatife, membuka posisi kembali tanpa perhitungan kembali yang jelas.
c. Mengandalkan emosi / perasaan. Contohnya : perasaan senang, hari baik, ramalan yang tidak teoritis,dll.
d. Tidak mempunyai system Trading yang jelas.

Pengenalan Forex Trading

Sebenarnya keberadaan forex trading telah lama ada sejak ditemukannya teknik mengkonversi mata uang sebuah negara ke mata uang negara lainnya. Namun, secara kelembagaan baru ada setelah didirikannya badan arbitrase kontrak berjangka (futures). Contohnya adalah IMM (Internasional Money Market-didirikan tahun 1972) yang merupakan divisi bagian dari CME (Chicago Mercantile Exchange-khusus menangani produk perishable commodities). Contoh lainnya adalah LIFFE (London International Financial Futures Exchange), TIFFE (Tokyo International Financial Futures Exchange) dsb. 

Perputaran uang yang terjadi pada pasar forex mencapai US$ 5 triliun per harinya (survey BIS –Bank for International Settlement– pada bulan Setember 2008). Jumlah ini 40 x lebih besar apabila dibandingkan perputaran uang di bursa berjangka lain seperti komoditi atau pun pasar saham di tiap-tiap bursa efek negara maju manapun! Artinya dengan volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya sangat cair (liquid), dan kendali perdagangan tidak dapat dipegang oleh hanya beberapa pihak yang memiliki modal besar. Pergerakan mata uang ini sepenuhnya bergantung pada pasar. Ada banyak pemain besar atau kecil di forex trading, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mampu mengontrol pergerakan kurs valuta asing. 

Mata uang yang kerap diperdagangkan adalah mata uang negara-negara maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang ini diperdagangkan secara berpasang-pasangan (disebut pair), contohnya EUR/GBP, CHF/JPY dsb.

Lalu dari mana saya memperoleh keuntungan dari investasi ini? Secara sederhananya, keuntungan dari investasi ini diperoleh dari nilai selisih ketika kita membeli dan menjual kembali mata uang negara yang bersangkutan. Misalnya, pada bulan April Amir membeli mata uang Dollar dengan nilai tukar Rp. 8500,- per Dollar sebanyak US $1000 . Maka pada saat pembelian mata uang ini Amir mengeluarkan uang sebanyak Rp. 8500,- x 1000 = Rp 8.500.000,- Lalu pada bulan Mei, nilai tukar Dollar menguat terhadap Rupiah menjadi Rp. 9500,- per Dollarnya maka keuntungan bersih yang Amir peroleh ketika dia menjual kembali Dollarnya adalah sebesar: (9500-8500) x 1000 = Rp. 1.000.000,- Mudah dan sederhana bukan? Dan karena memang rata-rata waktu yang diperlukan untuk membeli dan menjual kembali mata uang yang bersangkutan biasanya tidak lebih dari satu bulan, maka forex trading digolongkan sebagai investasi dengan jangka waktu singkat.

Mungkin akan timbul pertanyaan demikian dari Anda: “Kalau begitu apa bedanya forex trading dengan jual beli di money changer?” Ada beberapa perbedaan mencolok antara perdagangan forex dengan money changer. Selain pasangan yang diperdagangkan adalah mata uang asing satu dengan mata uang asing lainnya (pada money changer biasanya dipadankan dengan Rupiah), forex trading tidak melibatkan perdagangan secara fisik. Dan yang lebih penting lagi karena tidak melibatkan perdagangan secara fisik, forex trading dapat dijalankan dengan sistem margin atau jaminan (margin trading).

Contohnya bila saya menginginkan membeli US$10.000, maka dengan sistem margin trading saya cukup mengeluarkan dana 1% nya saja yaitu sebesar US$100 sebagai jaminan. Namun keuntungan yang saya peroleh dari apresiasi (kenaikan) Dollar AS adalah sama nilainya dengan US$10.000 yang saya beli. Sangat sederhana dan karena memang tidak melibatkan perdagangan dalam bentuk fisik (investor tidak memegang mata uang yang dibeli atau dijual, hanya bukti transaksinya saja), maka jaminan yang diberikan dapat sangat kecil yaitu hanya 1% dari jumlah yang hendak dibeli.

Masih ada banyak aspek dalam dunia forex. Artikel singkat ini hanyalah menjelaskan secara singkat pengertian dari forex trading. Anda dipersilahkan melanjutkan pada artikel selanjutnya dari blog ini.

Beberapa Istilah Forex yang Perlu Anda Ketahui

Ok, saya memang menjanjikan ada kamus istilah yang dapat kita akses tiap saat untuk istilah-istilah asing di forex. Tapi ada istilah-istilah penting yang mutlak harus dipahami. Jadi, dari pada kamus yang saya buat tidak kita baca lebih baik saya menuliskannya disini saja.
Yang pertama adalah yang biasa disebut “pip”. Pip adalah satuan yang biasa dipakai dalam menyebutkan nilai suatu  kurs atau biasa disebut juga “points”. Contohnya: USD/CHF minggu lalu nilainya 1.4235 dan hari ini naik menjadi 1.4245 itu artinya pair ini mengalami kenaikan sebanyak 10  pips. Nah, mengerti khan..?

Hal lainnya yang perlu kita kenal adalah yang namanya “leverage”. Ini kurang lebih sama artinya dengan “margin jaminan” pada saham. Sederhananya adalah apabila kita menanamkan modal Rp.5 Juta maka apabila satuan leverage yang dikenakan adalah 1:100 itu berarti kita diberikan hak oleh pialang untuk membelikan 100 x lebih besar dari dana yang kita miliki. Berarti dengan uang sebesar Rp.5 Juta, kita diberikan dana untuk membeli mata uang asing sebesar Rp.500 Juta rupiah. Nah ini yang dinamakan margin jaminan atau leverage. Setiap pialang memiliki leveragenya sendiri-sendiri. Dalam hal ini, leverage besar berarti kemungkinan untung/rugi menjadi lebih besar. Demikian juga sebaliknya, leverage yang kecil maka besarnya kerugian yang mungkin terjadi menjadi lebih kecil dengan konsekuensi keuntungan juga menjadi lebih kecil nilainya.
Saya sendiri lebih menyukai leverage yang kecil karena dengan demikian resiko kerugian lebih kecil. Apabila saya meyakini suatu transaksi akan menguintungkan, maka saya dapat membesarkan jumlah  lot yang akan saya transaksikan.

Lalu berikutnya adalah contract size”. Ini merupakan besarnya faktor pengali dalam perhitungan profit dan loss. Nilainya sudah fix dan ditetapkan oleh pemerintah yaitu 10.000 (sepuluh ribu).

Hal berikutnya adalah “lot”. Lot adalah satuan kontrak pada setiap transaksinya. Jadi apabila saya bertransaksi, misalnya membeli (buy) USD terhadap CHF maka nilai satuannya dalam lot. Lagi-lagi tiap pialang memiliki aturannya sendiri dalam menetapkan lot, bergantung pada pip dan levererage mereka. 

Ya, itulah beberapa istilah sederhana yang perlu Anda pahami, kembali kami ingatkan apabila Anda menemui istilah yang tidak Anda mengerti, silakan buka link Kamus Istilah Forex yang berisi Kamus Lengkap tentang istilah-istilah yang sering dipakai dalam Forex Trading